Selasa, 26 September 2017

Seberapa Kecil Ukuran Bintang


SEBERAPA KECILKAH UKURAN BINTANG??



إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَباً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ ﴿٤﴾

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (Yusuf:4)

Kalau kita pahami ayat diatas ketika Yusuf ‘alaihis salam bermimpi dengan mimpi tersebut, lalau sang ayahanda Yusuf (nabi Ya’qub ‘alaihis salam) menafsirkan mimpi tersebut, bahwa 11 bintang adalah anak-anak beliau dan matahari beserta bulan adalah beliau beserta istrinya ini menunjukkan bahwa Nabi Ya’qub ‘alaihis salam memahami kalau bintang itu lebih kecil ukurannya dibanding bulan atau matahari.

Lalu seberapa kecilkah ukuran dari bintang?
Kalau matahari dan bulan keduanya bercahaya yang sampai ke bumi keduanya tidak perlu dipertanyakan besarnya seberapa, karena manusia diberi kecerdasana oleh Allah dalam membuat rumus-rumus untuk menghitung berapa jarak sumber cahaya yang ada diatas kita (seperti yang dilakukan bangsa indonesia kemaren 23 September 2017 mengukur jarak matahari ketika matahari tepat berada di khatulistiwa pontianak), makanya  Allah dan Rasul-Nya tidak menyebutkan secara terperinci besarnya kedua benda langit tersebut, berbeda dengan bintang, Allah dan Rasul-Nya menjelaskan berapa sebenarnya besarnya bintang, melalui dalil yang menjelaskan benda langit ini (bintang) membandingkannya dengan benda-benda yang ada disekitar kita.

Dalil Pertama

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُوماً لِّلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ﴿٥﴾

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (langit lapis pertama) dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. (al-Mulk:5)
Melempar syetan, syetan adalah jin kafir, mungkinkan makhluk sebesar nyamuk dilempar menggunakan batu sebesar rumah? Mungkin aja sih tapi kebangetan, kalau istilah orang cirebon NGOSOG, dan itu sifat tercela yang mustahil bagi Allah.

Kesimpulan: Ukuran bintang sebesar benda yang pantas untuk melempar Syetan

Dalil Kedua
Dalil kedua merupakan berita dari Rasulullah tentang sifat-sifat surga dan penduduknya.

عن أبي هريرة – رضي الله عنه – : عن النبي – صلى الله عليه وآله وسلم – قال : مَن آمن بالله ورسوله، وأقام الصلاة، وصام رمضان؛ كان حقاً على الله أن يُدخلَه الجنة؛ هاجرَ في سبيل الله، أو جلس في أرضه التي وُلد فيها))، قالوا : يا رسول الله! أفلا نُنبِئُ الناسَ بذلك ؟ قال : ((إنَّ في الجنة مئةَ درجةٍ أعدَّها اللهُ للمجاهدين في سبيله، كل درجتين ما بينهما كما بين السماء والأرض، فإذا سألتُم اللهَ فسلُوهُ الفردوسَ الأعلى؛ فإنَّهُ أَوسطُ الجنةِ وأعلى الجنة، وفوقه عرشُ الرحمن، ومنه تُفجر أنهار الجنة)).

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan Ramadlan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Ia berhijrah di jalan-Nya atau tetap tinggal di negeri tempat ia dilahirkan”. Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah kami boleh memberitahu orang-orang mengenai hal itu ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta (berdoa) kepada Allah, maka mintalah Firdaus yang tertinggi. Sesungguhnya ia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman (Allah). Dari sanalah sungai-sungai surga mengalir”.[ Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy. Lihat dalam Manaazilul-Jannah – juga – Shahiihul-Jaami’no. 7873]

عن أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه – : أن رسولَ الله – صلى الله عليه وآله وسلم – قال : ((إنَّ أهلَ الجنةِ لَتَرَاءَون أَهل الغرفِ مِن فوقهِم كما تتراءَونَ الكَوكبَ الدُّرِّيَّ الغابرَ في الأفقِ من المشرق أو المغرب؛ لتفاضُل ما بينهم)) قالوا : يا رسولَ الله! تلك منازلُ الأنبياء، لا يبلُغها غيرهم ؟ قال : ((بلى، والذي نفسي بيده؛ رجالٌ أمنوا بالله، وصدَّقوا المُرسَلين)).

Dari Abu Sa’iid Al-Khudriy radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya penduduk surga saling dapat melihat penduduk surga yang terletak kamar di atasnya sebagaimana mereka saling melihat bintang yang bersinar terang di ufuk sebelah timur atau barat, dikarenakan perbedaan keutamaan di antara mereka”. Para shahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, kedudukan para nabi itu, apakah tidak dapat dicapai oleh selain mereka ?”. Beliau menjawab : “Tentu saja untuk para Nabi. (Namun) demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, (kedudukan itu dapat dicapai oleh) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul”.[ Muttafaqun ‘alaihi]

Dalam beberapa riwayat bahwa surga itu mempunyai seratus tingkat, dan jarak masing2 tingkat sejarak langit dan bumi, dalam riwarat lain dikatakan 100 tahun perjalanan.

Dan penghuni surga juga diberitakan mereka memiliki cahaya seperti bulan purnama, sehingga dalam hadits diatas penduduk surga yang berada dibawah dapat melihat penduduk surga ditingkat atasnya bagaikan melihat bintang-bintang

Apakah ukuran bintang-bintang seukuran penduduk surga? Seberapa tinggikah ukuran penduduk surga?

Kesimpulan: Ukuran bintang yang paling terang sebesar ukuran penduduk surga

Dalil Ketiga

Seperti dalam gambar "Dan bintang-bintang dan pepohonan kedua-duanya tunduk pada-Nya" (ar-Rahman.6)
Note
Sebelum membahas ayat ini ada sedikit kekeliruan pada terjemahan DEPAG, - mudah-mudahan – tidak disengaja, pada terjemahan depag an-Najmu diterjemahan dengan tumbuh-tumbuhan padahal seharusnya an-Najmu adalah bintang.

Ayat ini menunjukkan kelanjutan dari ayat sebelumnya,  yaitu menerangkan tanda-tanda kekuasaan Allah

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (ar-Rahman:5)

Dalam ayat sebelumnya Allah menjodohkan (memasangkan) karena Allah menciptakan makhluk-maknluk-Nya berpasang-pasangan, Allah menjodohkan matahari dengan bulan, yang menunjukkan bahwa matahari dan bulan itu sama (sama besar dan pada ketinggian yang sama) namun dengan sifat yang berbeda.

Lalau dalam ayat ini apa maksud Allah menjodohkan bintang-bintang yang ada dilangit dengan pepohonan yang ada dibumi? Apakah Allah ingin menjelaskan kepada kita kalau bintang dan pepohonan itu sama, sama besarnya dan sama bisa tumbuh ketika tumbang? Wallahu a’lam

Ada yang mengatakan bahwa ayat ini Allah tidak bermaksud menjodohkan bintang dengan pepohonan.

Kalau Allah tidak bermaksud menjodohkan bintang dengan pepohonan, kenapa dalam ayat sebelum dan setelahnya justru menjelaskan tentang makhluk-makhluk-Nya secara berjodoh-jodohan? Lihat ayat setelahnya Allah menyebut langit dan bumi secara berjodoh-johan pula, dan ayat ini yang berada ditengan-tengah antara keduanya anda katakan bukan maksud Allah menjodohkan? Silahkan jelaskan alasannya.

Kesimpulan: Ukuran berfariasi bersar kecil sama dengan ukuran pepohonan.

Wallahu a’lam

Kamis, 14 September 2017

GEOSENTRIK VS HELIOSENTRIK
GEOSENTRIK VS HELIOSENTRIK


GEOSENTRIK adalah pemahaman tentang alam semsesta bahwa matahari bulan dan bintang-bintang mengelilingi bumi yang datar

HELIOSENTRIK adalah pemahaman tentang alam semesta bahwa bumi mengelilingi matahari

Pemahaman alam semesta GEOSENTRIK lebih dahulu ada pada umat manusia sebelum pemahaman HELIOSENTRIK

Hadits diatas juga menunjukkan bahwa Rasulullah memahami alam semesta secara GEOSENTRIK

Bahkan Nabi Ibrahim 'alaihis salam pun ketika mendebat orang kafir (Raja Namrud) yang mengaku Tuhan juga memahami alam semesta secara GEOSENTRIK (al-Baqarah:258)

HELIOSENTRIK muncul dari bangsa ATHEIST Musyrik penyembah Matahari, yaitu bangsa YUNANI kuno, paham ini dimunculkan ketika penyembah matahari tidak setuju kalau matahari kalah dengan bumi, seharusnya bumilah yang mengelilingi matahari itu menurut mereka, karena HELIOSENTRIK inilah akhirnya bumi dirubah bentuknya menjadi bola

Jadi jangan digabung-gabung ya, kalau BUMI BOLA itu HELIOSENTRIK, sedang GEOSENTRIK itu adalah BUMI DATAR, usaha penggabungan GEOSENTRIK dengan Buminya Bola hanya akan membuat geram para GLOBERS (Penganut Bumi Bola)

Wallahu a'lam
BUMI SEBAGAI LANTAI LANGIT SEBAGAI ATAP
BUMI SEBAGAI LANTAI LANGIT SEBAGAI ATAP

Bismillahirrahmanirrahim

Allah subhanahu wata'ala yang menciptakan alam semesta ini memberikan penggambaran yang sangat sederhana dan sangat mudah untuk dipahami oleh hamba-hamba-Nya

Allah menggambarkan bumi dengan lantai (firasy=karpet) dan langit sebagai atap (bisa juga diartikan langit-langit), penggambaran yang sangat mudah dipahami oleh kita.

Namun lagi-lagi kita akan terpecah menjadi dua pendapat ada yang GE dan ada yang FE, bahkan kalau kita dikasih kasus yang sangat sederhana, mungkin juga akan terpecah menjadi dua pendapat

Misal

KASUS PERTAMA
Andai saya membuat sebuah ruangan, kamar, atau aula dengan ukuran lantai 5M X 5M jadi dengan luas 25M² berarti atap/langi-langit juga dengan luas yang sama 25M², dengan tinggi 5M, kamar itu berbentuk kubus, dan saya ingin memasang penerangan lampu digantung ditengah langit-langit agar saya bisa beraktifitas disiang hari dengan lampu tersebut, saya bertanya kepada seseorang yang ahli dalam pemasangan lampu, pertanyaannya adalah “Lebih besar mana antara lampu yang saya pasang dengan lantai?”
Jika seorang yang ahli dalam pemasangan lampu tersebut seorang penganut bumi datar mungkin dia akan menjawab “Ya lampunya gak usah besar-besar lah gan, cukup lampu kecil aja dengan kekuatan 40Watt digantung di tengah-tengah atap cukup untuk menerangi ruangan berukuran 25M²”
Jika seorang yang ahli dalam pemasangan lampu tersebut seorang penganut bumi bola mungkin dia akan menjawab “Ya harusnya lebih besaran lampu lah gan” SEBESAR APA? “Ya 109X lebih besar dari lantainya”
Kalau dilihat dari segi ekonomis mungkin lebih ekonomis urusan lampu ini diserahkan kepada ahli lampu yang menganut bumi datar kali ya??

KASUS KEDUA
Kamar diatas jika saya gunakan untuk istirahat, saya ingin ketika lampu dimatikan di langit-langit itu ada pernak-pernik bintang sebagai hiasan langit, saya ingin ditempel dilangit-langit stiker-stiker bintang-bintangan, ketika lampu dimatikan stiker-stiker itu menyala kelap-kelip.
Ketika malam hari lampu dimatikan dan dilangit-langit kamarku ada kelap-kelip bintang beraneka ragam apa yang anda pikirkan?
Kalau anda seorang penganut bumi datar mungkin anda akan berkata “MasyaAllah begitu indahnya hiasan-hiasan di langi-langit kamarmu, persis seperti dilangit beneran”
Kalau anda seorang penganut bumi bola mungkin anda akan berkata “Kira-kira kita bisa gak ya tinggal di-langit-langit dan di bintang-bintang tersebut?”
Emangnya penganut bumi bola itu isinya sekumpulan serangga laba-laba dan cicak yang sukanya tinggal di-langit-langit?

Kalau memang seperti itu jangan musuhi mereka, kasihanilah mereka, mereka belum menemukan jati diri mereka yang sebenarnya, jati diri sebagai manusia anak cucu Adam ‘alaihis salam, do’akan mereka agar menemukan jati diri mereka, mereka mengira kalau diri mereka itu serangga, bantu mereka untuk menemukan jati diri mereka, yakinkan kepada mereka kalau kita ini bukan makhluk hasil evolusi dari serangga, cicak ataupun monyet, kita ini anak turunan Adam ‘alaihis salam, yang dulu telah Allah perintahkan kepada Adam nenek moyang kita untuk tinggal di lantai, mati juga dilantai, dan kelak akan dibangkitkan juga di lantai, bukan dilangit-langit.

Allah berfirman:
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ ﴿٢٥﴾

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (al-A’raf:25)
Di bumi yang sebagai lantai inilah kita hidup, kita mati, dan kelak di bumi ini pula kita akan dibangkitkan, bumi kelak akan dijadikan padang mahsyar dengan dipindahkan atau dihilangkan gunung-gunung maka jadilah bumi ini menjadi benar-benar datar

Allah berfirman:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً ﴿٤٧﴾

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. (al-Kahfi:47)

Semoga bermanfa’at
Wallahu a’lam

Rabu, 23 Agustus 2017

WAHAI MUSLIMIN, JUJURLAH DENGAN KEYAKINAN KALIAN!!

WAHAI MUSLIMIN, JUJURLAH DENGAN KEYAKINAN KALIAN!!
Ketika kalian meyakini sesuatu, usahakan jangan berilmu dan beramal sesuatu yang bertentangan dengan apa yang kalian yakini, kalau kalian melakukannya mungkin orang akan menyebut anda pendusta

contohnya.
jika anda meyakini bahwa khomer (minuman keras) itu haram tapi disisi lain anda justru menjual khomer di warung2 anda, maka orang akan menyebut anda pendusta

KASUS I
Jika anda membenarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam dan meyakini kebenaran berita2 beliau, anda meyakini kebenaran berita yg disampaikan oleh beliau, yang bercerita kalau matahari ketika terbenam dia berjalan menuju dibawah 'Arsy dan bersujud kepada Allah (semalaman) sampai Allah perintahkan dia untuk terbit dihari berikutnya, anda meyakini dan membenarkan berita tersebut, tapi anda malah mempercayai bahwa bulan itu cahayanya pantulan dari sinar matahari, apakah anda tidak jujur dengan keyakinan anda dalam membenarkan berita dari rasulullah?

KASUS II
Anda percaya dengan berita dari Allah, bahwa ada seorang Raja (Nabi) yang diberi wewenang (Sulthon) oleh Allah untuk menjelajahi penjuru bumi, raja tersebut bernama Dzulqornain 'alaihis salam, anda percaya bahwa Dzulqornain menjelajahi kearah selatan dan disana beliau menemukan kampung Ya'juj dan Ma'juj (Kaum perusak) kemudian beliau membikinkan tembok penjara yang terbuat dari besi untuk mengurung Ya'juj dan Ma'juj, anda percaya bahwa Ya'juj dan Ma'juj itu adalah manusia bukan makhluk ghaib, anda juga percaya bahwa tembok yang dibikin Dzulqornain juga bukan tembok ghaib, tetapi anda malah mempercayai bahwa bumi berbentuk bola, apakah anda jujur dengan keyakinan anda terhadap Ya'juj dan Ma'juj?

KASUS III
Anda percaya bahwa Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasalam adalah seorang manusia, yang butuh makan, minum, bernafas dan juga berkembang biak, beliau seorang utusan Allah kepada kita, anda juga percaya bahwa Allah mengangkat beliau kelangit pada peristiwa isra' mi'raj, tapi anda malah membenarkan propaganda dari saintis kafir kalau diatas langit itu tidak ada oksigen untuk bernafas, apakah anda jujur dengan keyakinan anda terhadap isra' mi'raj nya Nabi Muhammad?

Selasa, 15 Agustus 2017

KENAPA  KALAU MATAHARI TERBENAM DI MALAM HARI MATAHARI TIDAK BISA DILIHAT KALAU MEMANG BUMI ITU DATAR?
KENAPA KALAU MATAHARI TERBENAM DI MALAM HARI MATAHARI TIDAK BISA DILIHAT KALAU MEMANG BUMI ITU DATAR?




Pertanyaan yg sering sekali muncul dengan tujuan menjatuhkan teori FE

Sebenarnya sudah dijelaskan dipostingan saya terdahulu, matahari tidak bisa dilihat di malam hari bukan karena perspektif atau refraksi, tapi karena matahari emang tidak ada di langit bumi ketika malam hari.

Lalu kemana matahari ketika malam?

Dijelaskan oleh rasulullah dlm hadits di atas, bahwa matahari ketika terbenam dia pergi ke bawah arsy bersujud kepada Allah untuk menerima perintah terbit dihari berikutnya.

Bisa dbuktikan?

Bisa, dlm sebuah video

https://youtu.be/001IXnp0ogc


peluncuran roket oleh seseorang yg dlakukan siang hari, diluncurkan di nevada (amerika) dimana pada saat itu bulan sedang berada diatas indonesia, tp kamera roket bisa merekam posisi matahari dan bulan.

Ini menunjukan bulan yg tenggelam karena perspektif dan refraksi masih tetap bisa dilihat dari ketinggian tertentu

Tapi tidak degan matahari, karena matahari ketika terbenam dia pergi kebawah arsy bersujud pada Allah.

Hadits ini menunjukkan bahwa bulan punya cahayanya sendiri bukan pantulan dri sinar matahari.

Dengan demikian gerhana bulan bukan terjadi karena bayang-bayang bumi.

Wallahu a'lam

Senin, 10 Juli 2017

MATAHARI BULAN SAMA BESAR DAN BINTANG LEBIH KECIL DARI KEDUANYA



MATAHARI BULAN SAMA BESAR DAN BINTANG LEBIH KECIL DARI KEDUANYA

Allah subhanahu wata'ala berfirman

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَباً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."(Yusuf:4)

Kalau orang GE menafsirkan mimpi nabi Yusuf begini
Matahari itu adalah gajah, Bulan itu adalah semut sedangkan bintang itu adalah gajah-gajah yang lain.
orang-orang GE meyakini kalau matahari besarnya 900X dari besar bulan, sedangkan bintang adalah matahari-matahari lain di galaksi lain

lalu nagaimana nabi Ya'qub (ayahanda Yusuf) menafsirkan mimpi tersebut?

ayahnya nabi yusuf (nabi Ya'qub) ketika menafsirkan mimpi anaknya (yusuf) beliau menafsirkan matahari dan bulan dengan kedua org tuanya yusuf (sama besar) dan menafsirkan 11 bintang dengan anak-anaknya, (juga menunjukkan kalau bintang itu lebih kecil dari matahari dan bulan)

wallahu a'lam