Kamis, 14 September 2017

FATWA SYAIKH BIN BAZZ “Pendapat Bumi Bola Adalah ATHEIST”

FATWA SYAIKH BIN BAZZ “Pendapat Bumi Bola Adalah ATHEIST”




BUMI ITU DATAR YANG MENGATAKAN BUMI ITU BULAT ADALAH ATHEIST YANG PATUT MENDAPAT HUKUMAN

Fatwa yang pernah dilontarkan oleh Syaikh Bin Bazz rahimahullah, namun kemudian fatwa itu diganti dengan nukilan beliau tentang ulama-ulama yang berpendapat bumi itu bola, ada yang berpendapat itu bukti bahwa Syaikh Bin Bazz rujuk dari kesalahannya, benarkah demikian?
Kita harus tahu siapa Syaikh bin Bazz rahimahullah? Beliau adalah seorang ulama yang jenius dimasanya, seorang ulama ahlus sunnah wal-jama’ah, beliau menyebut paham bumi bola dengan sebutan atheist bukan asal bunyi, tapi melalui penela’ahan-penela’ahan, seperti yang saya sebutkan kemaren bahwa secara turun temurun kita mengenal sistem alam semesta ini adalah GEOSENTRIK (matahari bulan dan bintang-bintang berputar mengelilingi bumi yang datar), dan pemahaman ini terus dianut oleh manusia sampai jaman nabi Ibrahim ‘alaihis salam (babilonia kuno) bahkan sampai jaman nabi Musa ‘alaihis salam.

Baru ketika orang-orang atheist, penyembah berhala, penyembah matahari memprotes dengan sistem GEOSENTRIK ini dan membuat tandingannya yaitu HELIOSENTRIK barulah paham bumi bola muncul, jadi wajar kalau Syaikh Bin Bazz mengatakan bahwa yang berpendapat bumi bola itu ATEIST.

Lalu kenapa akhirnya Syaikh bin Bazz meninggalkan pendapatnya?
Beliu adalah seorang ahlus sunnah wal jama’ah beliau tahu hak penguasa terhadap dirinya, penguasa punya dua hak terhadap kita yaitu hak untuk dita’ati dengan ma’ruf, dan hak untuk dimuliakan, tidak dijatuhkan wibawanya.
Kewajiban menta’atilah penguasa selamaketa’atan itu tidak merubah aqidah, itulah yang dilakukan Syaikh bin Bazz rahimahullah, masalah bumi darat atau bumi bulan bukan masalah aqidah, jadi ketika penguasa setempat memerintahkan kita untuk meninggalkan pendapat bumi datar, maka kita wajib untuk menta’atinya, beda halnya jika penguasa kita memerintahkan kita untuk mengingkari keberadaan Allah diatas langit maka kita wajib tidak menta’atainya dengan tetap tidak menjatuhkan wibawa penguasa, walau nyawa kita taruhannya, begitulah yang dicontohkan oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah ketika beliau dipaksa oleh penguasa Mu’tazilah yang berpaham bumi bola untuk mengatakan al-Qur’an itu Makhluq, beliau tetap mempertahankan aqidahnya bahwa al-Qur’an itu Kalamullah, sekalipun beliau dipenjara disiksa bahkan ancaman dibunuh.

Adapun pemerintah kita alhamdulillah masih memberikan kebebasankepada kita akan hal ini, terbukti anak sulung pemimpin kita Bapak Jokowidodo Hafizhahullah berpendapat bumi itu datar dan dibiarkan oleh ayahandanya



Boleh jadi sebenarnya sang ayahanda juga tahu bahwa bumi itu datar tapi karena tidak ada dukungan dari rakyatnya untuk membuat kebijakan tentang bumi datar.

Seharusnya kita sebagai penganut bumi itu datar berilah dukungan kepada pak Presiden kita, agar beliau bisa memberikan kebijakan-kebijakan masalah kurikulum sekolah yang banyak menyesatkan anak-anak bangsa, kita do’akan semoga bapak presiden kita diberi hidayah dan kekuatan untuk mengeluarkan kebijakan dengan mencabut semua pelajaran-pelajaran sains yang bertentangan dengan agama Islam, mari kita do’akan beliau.

Wallahu a’lam
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: